Thursday, June 18, 2015

Gadget dan Resiko!

Ketika bicara tentang gadget, hampir setiap manusia memiliki handphone. Dari berbagai kalangan dan usia pasti punya setidaknya satu buah handphone. Hadirnya beragam perangkat digital seperti gadget secara drastis mengubah banyak aspek kehidupan anak-anak muda pada masa kini karena kehadirannya membuat kehidupan menjadi lebih praktis dan nyaman.

Dari mulai cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi, pada saat ini banyak dari kita yang lebih suka menggunakan aplikasi pada handphone sebagai alat komunikasi, sebenarnya hal ini sah-sah saja karena memudahkan kita untuk menjangkau orang-orang yang lokasinya jauh hanya dengan mengetik tombol, namun hal ini sebenarnya justru menjauhkan kita dari komunikasi secara langsung bertatap wajah.
Handphone juga membantu cara belajar yang semakin praktis karena dengan mudah kita bisa mengunggah banyak situs pelajaran, hingga menikmati hiburan baik mengunjungi suatu tempat wisata atau sekedar mengetahui informasi tempat kuliner. 

Tapi taukah kamu hal negatif apa yang terjadi akibat kecandungan bermain handphone?
Paparan radiasi gadget berbahaya bagi kesehatan. Terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap resiko radiasi ini dibandingkan orang dewasa. Selain radiasi sinyal yang terpancar dari smartphone dan gadget lainnya, pancaran cahaya monitornya juga tidak baik bagi anak-anak.The American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan, anak usia di bawah 2 tahun idealnya bebas dari segala jenis layar monitor, termasuk gadget. Pancaran cahaya monitor gadget berpengaruh terhadap kesehatan mata anak. Sedangkan paparan radiasi sinyal gadget berpengaruh pada perkembangan neuron anak.
Selain bahaya radiasi bagi kesehatan, bermain handphone pun membuat penggunanya mengalami kecanduan. Kecanduan ini tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tetapi juga berlaku bagi anak-anak. Jika sudah kecanduan, anak-anak bisa terlupakan untuk makan, bermain, dan aktifitas lainnya.
Dampaknya, perkembangan fisik dan motorik anak akan terhambat. Lupa makan membuat kesehatan fisik anak terganggu, sedangkan terhapusnya kesempatan bermain dengan teman sebaya membuat perkembangan sosial anak tidak normal. Ia bisa menjadi anak yang antisosial.

No comments:

Post a Comment