Thursday, June 18, 2015

Asia's Next Top Model

Setelah sukses dengan season pertama yang berhasil menarik lebih dari 39 juta penonton, ajang pemilihan model Asia's Next Top Model Season kedua yang telah digelar pada Januari 2014. 16 model dari 12 negara telah berkompetisi untuk menjadi supermodel Asia berikutnya. Dengan kesuksesan di season pertamanya, gelaran AsNTM dipastikan akan lebih menantang, lebih mewah, yang tentunya akan menyebabkan banyak drama. 

AsNTM masih menampilkan supermodel Nadya Hutagalung sebagai host dan juri. Joey Mead KingAdam Williams dan Mike Rosenthal didapuk menjadi juri untuk Asia's Next Top Model Season 2 ini. Para bintang di dunia fashion dan entertainment juga tampil dalam gelaran mewah ini, di antaranya desainer sepatu Jimmy Choo, penyanyi cantik Coco Lee, guru kecantikan Kardashian sister Rob Scheppy, couturier Australia Alex Perry, pop music powerhouse asal Swedia Icona Pop, dan masih banyak lagi.

Pemenang gelaran AsNTM Season 2 kali ini menjadi The Face of TRESemme, produk shampoo yang menawarkan "rambut indah salon", dengan menjadi sponsor utama dari AsNTM produk shampoo TRESemme secara tegas menekanan brand positioning bahwa produk mereka bisa membuat rambut para model menjadi indah, pemenangpun berkesempatan untuk tampil di cover Harper's Bazaar Singapore dan Harper's Bazaar Malaysia, 3 bulan kontrak modeling dengan agensi internasional Storm Model Management. Tidak hanya itu, pemenang juga akan mendapatkan hadiah berupa uang cash serta sebuah mobil.

Gadget dan Resiko!

Ketika bicara tentang gadget, hampir setiap manusia memiliki handphone. Dari berbagai kalangan dan usia pasti punya setidaknya satu buah handphone. Hadirnya beragam perangkat digital seperti gadget secara drastis mengubah banyak aspek kehidupan anak-anak muda pada masa kini karena kehadirannya membuat kehidupan menjadi lebih praktis dan nyaman.

Dari mulai cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi, pada saat ini banyak dari kita yang lebih suka menggunakan aplikasi pada handphone sebagai alat komunikasi, sebenarnya hal ini sah-sah saja karena memudahkan kita untuk menjangkau orang-orang yang lokasinya jauh hanya dengan mengetik tombol, namun hal ini sebenarnya justru menjauhkan kita dari komunikasi secara langsung bertatap wajah.
Handphone juga membantu cara belajar yang semakin praktis karena dengan mudah kita bisa mengunggah banyak situs pelajaran, hingga menikmati hiburan baik mengunjungi suatu tempat wisata atau sekedar mengetahui informasi tempat kuliner. 

Tapi taukah kamu hal negatif apa yang terjadi akibat kecandungan bermain handphone?
Paparan radiasi gadget berbahaya bagi kesehatan. Terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap resiko radiasi ini dibandingkan orang dewasa. Selain radiasi sinyal yang terpancar dari smartphone dan gadget lainnya, pancaran cahaya monitornya juga tidak baik bagi anak-anak.The American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan, anak usia di bawah 2 tahun idealnya bebas dari segala jenis layar monitor, termasuk gadget. Pancaran cahaya monitor gadget berpengaruh terhadap kesehatan mata anak. Sedangkan paparan radiasi sinyal gadget berpengaruh pada perkembangan neuron anak.
Selain bahaya radiasi bagi kesehatan, bermain handphone pun membuat penggunanya mengalami kecanduan. Kecanduan ini tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tetapi juga berlaku bagi anak-anak. Jika sudah kecanduan, anak-anak bisa terlupakan untuk makan, bermain, dan aktifitas lainnya.
Dampaknya, perkembangan fisik dan motorik anak akan terhambat. Lupa makan membuat kesehatan fisik anak terganggu, sedangkan terhapusnya kesempatan bermain dengan teman sebaya membuat perkembangan sosial anak tidak normal. Ia bisa menjadi anak yang antisosial.